Informasi Dasar yang Perlu Anda Ketahui Tentang Oli Kompresor Pendingin

Di mana zat pendingin sangat penting untuk kinerja pendinginan sistem pendingin, oli pendingin sangat penting untuk pengoperasian kompresor yang benar. Pelumas untuk kompresor pendingin mengurangi gesekan, mencegah keausan, dan berfungsi sebagai segel antara sisi bertekanan tinggi dan rendah.

Meskipun fungsi utama oli pendingin masih untuk melumasi, oli tersebut juga harus mampu menahan perbedaan suhu yang ekstrim dan kompatibel dengan refrigeran.Bagaimana cara kerja sistem pendingin?

Siklus pendinginan yang paling umum dilakukan dengan mengedarkan, menguapkan, dan mengembunkan refrigeran dalam sistem tertutup. Penguapan terjadi pada suhu rendah dan tekanan rendah, sedangkan kondensasi terjadi pada suhu tinggi dan tekanan tinggi. Hal ini memungkinkan perpindahan panas dari daerah bersuhu rendah ke daerah bersuhu tinggi.Refrigeran apa yang digunakan dalam sistem refrigerasi?

CFC (Klorofluorokarbon): Refrigeran ini adalah yang paling berbahaya bagi lapisan ozon. Contoh: R11, R12, R13, R13b1, R14, R113, R114, dan R115.

HCFC (Hidroklorofluorokarbon): Refrigeran ini sedikit berbahaya bagi lapisan ozon. Contoh: R21, R22, dan R123.

HFC (Hidrofluorokarbon): Refrigeran ini tidak berbahaya bagi lapisan ozon. Minyak mineral, PAO, atau alkilbenzena tidak kompatibel dengan HFC. Contoh: R134a (untuk sistem pendingin udara otomotif) dan R152a.

Amoniak (R717 (NH3)): Meskipun amoniak ramah lingkungan, gas amoniak murni sangat beracun bagi manusia. Amonia banyak digunakan di pabrik pendingin industri besar.

Ada juga campuran refrigeran CFC, HCFC, dan HFC di pasaran. Contoh campuran tersebut adalah R500 (=R12 / R152a), R501 (=R22/R12), dan R502 (R22/R115).

Persyaratan oli pendingin

1. Stabilitas termal

Oli pendingin harus berfungsi dengan baik pada rentang suhu yang luas. Kompresor pendingin memiliki suhu kompresi akhir hingga 180℃ Oleh karena itu minyak pendingin harus stabil secara termal. Jika oli mengandung fraksi oli yang mudah menguap, fraksi yang lebih ringan memasuki sistem kompresor sebagai uap, di mana mereka mengembun dan mengurangi efisiensi perpindahan panas, tetapi juga meningkatkan viskositas oli.

2. Stabilitas kimia

Minyak pendingin harus stabil secara kimiawi untuk menghindari reaksi dengan zat pendingin.

3. Refrigeran / larut dalam minyak

Campuran refrigeran / oli dapat (sebagian) larut atau tidak. Pelarutan sempurna baik untuk pelumasan tetapi menghasilkan penurunan viskositas kompresor yang signifikan, yang meningkatkan gesekan dan keausan.

Untuk pengoperasian yang benar, campuran oli/refrigeran harus memiliki viskositas yang cukup tinggi untuk memberikan penyegelan dan pelumasan yang memuaskan pada kompresor.

4. Tekanan uap

Ketika cairan mendidih, panas yang ditambahkan digunakan untuk meningkatkan energi kinetik molekul hingga tidak dapat lagi berada dalam fase cair dan berubah menjadi uap (atau gas). Ini terjadi pada tekanan tertentu, tetapi jika tekanannya meningkat, begitu pula suhu didihnya.Jenis oli apa yang digunakan dalam sistem pendingin?

Alkilbenzena (AB): Minyak pendingin ini memiliki stabilitas termal dan kimia yang baik. Miscibility tinggi dengan refrigeran. Alkilbenzena larut sempurna dalam minyak mineral dan PAO, sehingga campuran dapat diproduksi untuk meningkatkan pelumasan.

Polialfaolefin (PAO): Minyak pendingin ini memiliki stabilitas kimia dan termal yang baik. PAO juga memiliki sifat suhu viskositas yang sangat baik. Miscibility dengan refrigeran rendah, itulah sebabnya penggunaan utama PAO dalam pendinginan adalah dalam aplikasi di mana miscibility tidak menjadi perhatian. PAO menyebabkan penyusutan seal, yang dapat diatasi dengan mencampurkan PAO dengan AB.

Poliol-ester (POE): Oli pendingin ini adalah jenis pelumas sintetis yang paling umum digunakan dengan refrigeran HFC seperti R134a.

Polialkilen glikol (PAGs): Minyak pendingin ini memiliki indeks viskositas tinggi dan stabilitas termal. Namun, PAG bersifat higroskopis, artinya dapat menyerap air. PAG larut dalam amonia.

Minyak mineral: minyak naftenat memiliki titik tuang yang rendah, membuatnya lebih cocok untuk digunakan pada suhu yang lebih rendah.Kesimpulan: Pilih oli freezer Anda dengan hati-hati

Memilih oli pendingin yang tepat tergantung pada ukuran kompresor dan refrigeran yang digunakan.

Minyak pendingin harus stabil secara kimiawi dan termal dan tidak bereaksi dengan zat pendingin. Yang juga sangat penting adalah bagaimana oli pendingin berinteraksi dengan zat pendingin (mis. kelarutan) dan bagaimana campuran berperilaku dalam kompresor. Masalah terkait pelumas dapat terjadi pada kompresor pendingin ketika viskositas pelumas menjadi terlalu rendah atau bebas oli.

Di atas secara singkat memperkenalkan beberapa informasi dasar tentang oli kompresor pendingin. Jika Anda ingin membeli AC atau bahan kimia pendingin, silahkan hubungi kami.

ComforPlanet adalah produsen bahan kimia pendingin udara dan pendingin profesional. Produk kami cocok untuk banyak industri, termasuk HVAC, peralatan kecil pintar listrik, dll. ComforPlanet berkomitmen untuk menyediakan produk HVAC yang aman, berkualitas tinggi, tahan lama, dan hemat biaya yang memungkinkan semua orang di seluruh dunia menghirup udara dalam ruangan yang bersih dan nyaman.

id_IDIndonesian
Gulir ke Atas
Persetujuan Cookie GDPR dengan Spanduk Cookie Asli